Monday, March 14, 2011

cerita tentang sebuah bola

Bintaro, 2008

Suatu sore yang cerah, diiringi dengan suara angin yang merdu, dan sinar matahari yang sedikit terik, dengan tergesa kami berjalan. Aku, Putra, dan Remi menghampiri sebuah tanah lapang yang lumayan besar di dalam komplek kami. Aku ingat saat itu sekitar pukul 15.00 WIB. Kami duduk dipinggir tanah lapang yang terdapat sedikit rumput melambai tertiup angin. Remy membawa bola kaki yang kami beli hampir setahun yang lalu dengan cara patungan. Sebuah bola yang sekarang usang dan berwarna kecoklatan yang sering kami pakai untuk bermain sepakbola di lapangan ini. Melihat bola yang dipegang Remy tersebut, aku teringat sebuah cerita dahulu.

Aku ingat ketika bola kami tersebut diambil oleh pak satpam dan diumpetin didalam posnya karena kami tidak sengaja memecahkan kaca jendela belakang salah satu rumah warga yang memunggungi tanah lapang. Saat itu kami baru memakainya selama seminggu penuh untuk bermain sepakbola setelah kami pulang dari sekolah. Hanya sepakbola yang menurut kami bisa membuat kami melepaskan kejenuhan kami setelah mendayagunakan otak kami di sekolah.

Sambil memegang bola yang didiamkan oleh Remy terbaring di lapang, Putra dengan mukanya yang datar bertanya kepadaku, “Zic, kira-kira sudah berapa bola ya. Yang kita pakai selama kita masih kecil sampai sekarang sudah besar?” Sambil tertawa kecil aku menjawab, “ Mungkin sudah sekitar 70-an lebih kali ya put?”.

Remy yang mendengar kami bertanya-jawab pun bersuara dan menjelaskan tentang cerita semua bola yang kami gunakan. Mulai dari bola plastik yang dulu dimainkan di jalanan beraspal, bola kulit yang diberikan oleh salah satu orang tua kami, bola kulit yang disumbangkan pak RT pada saat itu, bola yang kami beli dengan cara patungan, bola yang pernah kami temukan didalam selokan komplek tetangga yang masih layak pakai sampai sebuah bola bagus standar nasional yang kami dapatkan ketika memenangkan kejuaraan tingkat RW.

Dia pun menjelaskan tentang nasib bola-bola yang kami gunakan. Dari bola yang hilang dicuri anak kampung sebelah, bola yang hancur kena beling, peang, nyangkut di genteng orang, bola yang rusak karena kesalahan kami, sampai sebuah bola yang dulu pernah diumpetin tetangga supaya kami tidak bermain sepakbola lagi. Remy pun menceritakan sebuah kisah yang paling menyakitkan tentang nasib salah satu bola yang kami pakai.

Bola tersebut adalah bola salah satu teman kami yang sudah berhijrah ke wilayah lain, Ceping. Bola tersebut kami akui sebagai salah satu bola yang pewe dan sering kami pakai. Bola itu tak sengaja tersangkut dirumah bapak Nopo (sebut saja) dan ketika bola tersebut ditemukan di lapang sudah tercabik dan tertusuk sebuah pisau. Aku dan Putra pun tertunduk dan mengangguk. Saat itu aku ingat, perasaan kami sangat geram kepada bapak tersebut.

Sebuah suara cempreng pun terdengar, “Andi juga inget pas dulu kecil, pas abang-abang nangis terus mencoba ngelawan kakak-kakak dan om-om yang ngerebut lapangan dan sebuah bola abang-abang dengan seenaknya” Suara Andi yang memotong pembicaraan dan menghampiri kami dengan berlari. “Andi inget pas kita bales ngelemparin batu sambil nangis setelah ditabokin sama kakak-kakak dan om-om itu demi sebuah lapang dan sebuah bola.” Kami bertiga pun tertawa malu mendengar cerita Andi yang menggebu-gebu setelah menguping pembicaraan kami.

“WOY !!”, sebuah kata yang diteriakan 3 jenis suara laki-laki yang berbeda bersamaan. “Sep! Lay! Bet”, balas kami menyambut ketiga teman yang menghampiri tempat kami duduk berempat. Septo, Rifan, dan Aldi. Rifan si anak Batak dengan suara beratnya (namun cempreng) bertanya apa yang sedang kami bicarakan. Dia mengasumsikan ketika sekelompok laki-laki berkumpul dan berbicara, sudah pasti membicarakan BOKEP.

“Dasar boeng lo fan!”, Putra membantah asumsi seorang anak yang baru masuk sekolah menengah atas yang sok tahu teori sosial. Lalu Remy pun menjelaskan bahwa kami sedang membicarakan tentang sebuah bola kaki yang kami gunakan selama ini. Dan ketiga teman kami yang baru saja datang mencoba memasuki alur cerita kami.

“Lo semua pernah inget ga kita pernah debat tentang sebuah bola?”, Septo menyambung pembicaraan kami dan melirikku. Semuanya terdiam dan cengo memperhatikan kalimat pertanyaan Septo.

Aku ingat tentang perdebatan itu dan mencoba menceritakan kepada teman-teman. Sebenarnya itu bukanlah sebuah debat melainkan sebuah pertentangan argumen seorang anak laki-laki yang masih dibalut oleh emosi. Pertentangan argument ini kalo dipikir di zaman sekarang pun menjadi sesuatu yang tidak penting atau non-sense. Pertentangan itu berasal dari kalimat “Bola adalah teman” by: Tsubasa Ozora dalam kartun Captain Tsubasa yang pada saat itu membius masa kecil kami sampai lalai shalat maghrib karena ditayangkan pukul 18.00 WIB.

Saat itu, aku yang berargumen bahwa bola itu bukanlah teman melainkan sebuah musuh. “Bola adalah musuh, makanya kita tendang-tendangin”. Aku ingat saat itu aku masih menginjak kelas 4 atau 5 sekolah dasar. Seorang bocah laki-laki yang masih SD sudah bisa berpendapat seperti itu (heran kan?)

Saat itu juga, secara langsung, aku dimusuhi oleh anak-anak komplek yang entah diprovokasi oleh siapa yang kesannya sangat pro-Tsubasa tersebut. Dan menceramahiku bahwa pendapat tersebut salah. Dan saat itu aku mengiyakan dan kalah T_____________T (derita kalah dari mayoritas)

Aku menunduk setelah menceritakan itu kepada teman-temanku

Setelah cerita itu datanglah tiga teman kami, Aan, Julian, dan Rian (kenapa jadi semuanya akhirannya –an?). Sama seperti kedatangan teman kami sebelumnya, mereka penasaran apa yang kami lakukan sambil duduk-duduk dan tiduran (hanya Septo yang tiduran). Kali ini Putra lah yang menjelaskan kepada tiga teman kami yang baru datang.

Rifan dengan aksen bataknya mulai mencairkan suasana serius di kondisi cuaca sore hari yang sudah mulai berawan. Dia memang sebuah figur anak laki-laki yang humoris dan jarang seriusnya. Tapi, pada saat itu dia bercerita dengan serius. “Bicara tentang sebuah bola, pasti kita bicara tentang sebuah kata yaitu kesakitan”, ujarnya dengan alis mata seperti taunt dari The Rock di Smackdown. Dan kami pun memperhatikan. Lalu Rifan pun melanjutkan ceritanya.

“Pasti lo semua kagak ada yang ga pernah kena bola kan BURUNGnya?”. Kami pun terdiam seakan terdapat jangkrik yang berbunyi “krik..krik..krik”. Memang hal tersebut benar, namun apasih maksud dari guyonannya si Rifan ini? Kami pun melemparinya dengan sandal kami masing-masing.

Septo mengatakan bahwa mungkin ketika seorang laki-laki, burungnya belom kejebret oleh sebuah bola. Itu sebuah hal yang aneh dan menurutnya tidak wajar, setiap laki-laki yang suka bermain bola sudah pasti pernah kena BURUNGnya. *out of topic

“Daripada cerita tentang sebuah bola, mumpung udah rame mending kita mainin saja bolanya bang. Kan sebuah bola bisa bernilai kalau kita memainkannya” ujar Rian yang sok-sokan berpendapat padahal masih SMP. Pendapat Rian mengakhiri cerita kami tentang sebuah bola pada sore itu, dan pada akhirnya kami pun mulai menendang dan menggiringnya lalu memainkannya bersama-sama.

Dengan sebuah bola, kita bisa kenal satu sama lainnya

Dengan sebuah bola, kita bisa menikmati masa kecil

Dengan sebuah bola, kita bisa tertawa bahkan menangis

Memang bola-bola tersebut sudah tidak ada wujudnya, namun bola tersebut sudah tersimpan didalam otak dan hati kami. Hal ini kami wujudkan dengan sebuah cerita tentang sebuah bola.

Hanya dengan sebuah bola..

dedicated to my little family -GNAZ-

Sunday, February 6, 2011

Venice, 1979


o sole mio

di antara
gedung-gedung tua yang mengambang
ku susuri kanal-kanal dingin yang membisu
tanpa jemu mencarimu

di antara
gondola-gondola manja yang mengambang
ku kejar bayang-bayang manis parasmu
tanpa jenuh mencarimu

dulu disini kita berkenalan
ketika gondola kita bersenggolan
ketika pandangan kita berpapasan
lalu kita saling berbagi perasaan

dan hari ini
kita bertemu lagi
engkau dalam gondolamu
tidak lagi sendiri seperti dulu

sepotong gaun putih gemerlap
membungkus tubuhmu lekat
seorang lelaki ber-tuxedo gelap
terus menggandengmu amat erat

lalu gondolamu bergegas melesat
menyeret anganku terbawa sesat
di antara gedung-gedung tua
yang masih mengambang
di antara gondola-gondola manja
yang terus mengambang

o sole mio
ti amo.

By: My lovely uncle
Alm. Ahmad Halwani Zein
"You're the diplomat dude"

Saturday, September 25, 2010

Europe for me, Europe for European, Europe for the World

Siapa yang tidak kenal eropa?

Benua yang terletak dibagian barat bumi ini rata-rata negaranya memiliki 4 musim yang berganti-ganti. Saya sebagai warga negara Indonesia yang hanya merasakan musim hujan dan musim kemarau sangat ingin sekali menginjakkan kaki disana. Sepakbola yang penuh dengan taktik dan ambisi, penuh luapan emosi dan semangat di tengah lapangan juga merupakan hal yang hanya ada eropa ini. Terbalut dalam suasana penonton yang “overload” didalam suatu pertandingan. Kebudayaan lokal yang masih sangat dipelihara didalam produk “westernisasi”nya , tempat berwisata yang sangat dijaga keberadaannya. Benua yang memiliki wanita-wanita yang cantik bermata biru serta wanita yang berambut pirang dan merah seakan menambah nilai plus.
Mungkin tadi hanya perumpamaan saya yang tak pernah sekalipun menginjakkan kaki di benua tersebut, pemaparan tadi merupakan kesukaan saya tentang elemen-elemen apa saja yang berada disana. Terlihat norak tapi saya rasa itu wajar buat mahasiswa seperti saya yang hanya mengetahuinya lewat layar kaca.

Europe for me

Pertama. Eropa, buat saya merupakan destinasi cita-cita saya akan bekerja. Disana terdapat markas besar dari Organisasi Internasional yang bernama United Nations World Tourism Organization (UNWTO), Madrid, Spanyol. Organisasi ini bergerak didalam bidang pariwisata internasional. Secara pribadi, saya sangat tertarik isu-isu pariwisata nasional dan internasional dari dulu. Indonesia yang kita ketahui mempunyai potensi pariwisata yang sangat besar akan tetapi seringkali diragukan di dunia Internasional. Disini saya mempunyai cita-cita untuk memperbaiki citra pariwisata Indonesia. Nah, karena itu saya ingin sekali belajar dan bekerja disana.
Kedua. Eropa merupakan ‘biang keladi’ dari westernisasi yang sekarang merasuki bangsa kita. Sebenarnya saya sangat tertarik angin westernisasi ini, tertarik disini bukan berarti menyetujui apa yang telah dibawa darinya. Saya tertarik untuk mempelajari prosesnya secara langsung dan memunculkan banyak pertanyaan, mengapa paham ini sangat cepat merasuknya kedalam negara saya? Mengapa cuma westernisasi yang eksis dibandingkan easternisasi di negara saya?

Europe for Europeans


Sebenarnya, part ini adalah part yang menyulitkan saya. Secara saya belum pernah mempelajari studi orang-orang eropa secara spesifik.
Menurut saya, ada 2 kaitan secara besar perannya eropa terhadap penduduknya/bangsanya. Pertama, yaitu Industrialisasi. Kita mengetahui bahwa eropa adalah benua yang isyarat dengan kata “industri”. Orang-orang eropa sejak industrialisasi tercanangkan terlihat lebih mudah memenuhi kebutuhannya dibandingkan yang lama-lama. Industri secara keseluruhan menimbulkan asumsi bahwa terdapat kekuatan yang besar didunia ini setelah negara Amerika yaitu Eropa.

Kedua. Berkaitan dengan industrialisasi, baru-baru ini terbentuklah organisasi internasional yang disebut dengan Uni-Eropa. Apa kaitan Uni-Eropa dengan orang Eropa?
Uni-Eropa kita ketahui sebagai organisasi internasional yang bekerja melalui gabungan sistem supranasional dan antarpemerintahan. Uni-Eropa selain itu dikenal sebagai organisasi internasional yang menunjang untuk melaksanakan kesejahteraan rakyat negara anggota. Yang bisa saya tangkap Uni-Eropa sangat berpengaruh besar terhadap warga eropa secara langsung. Uni-Eropa disini seakan mengkoordinir stabilitas perpolitikan dan ekonomi demi untuk mewujudkan kesatuan yang harmonis dalam negara-negara eropa. Selain itu, setau saya Uni-Eropa juga bergerak kerjasama dibidang pertahanan dan keamanan. Hal ini membuktikan Uni-Eropa menjamin keamanan masing-masing anggota organisasi dan keamanan dari warga-warganya terhadap tercetusnya perang atau adanya serangan dari bangsa lain. Tapi yang paling penting menurut saya adalah peran Uni-Eropa dalam membantu mengembangkan teknologi yang mutakhir untuk abad ini dengan pendanaan dan pengiriman tim experimennya. Mengapa saya bilang penting? Industrialisasi tanpa penggunaan teknologi yang mutakhir seolah-olah menganalogikan ibarat sayur tanpa garam.

Europe for World

Eropa untuk dunia, sebenarnya hampir sama dengan pembahasan sebelumnya. Kemajuan teknologi yang dimunculkan oleh ahli-ahli teknologi rata-rata merupakan orang-orang dari eropa. Teknologi yang dikembangkan oleh eropa sering dibawa dan dikembangkan lebih lanjut oleh negara-negara industri yang berada di mancanegara. Selain teknologi, eropa berperan juga dalam bidang fashion. Semua gaya berpakaian manusia sekarang rata-rata berkiblat ke eropa. Di eropa, fashion merupakan suatu bidang yang benar-benar dikembangkan sedemikian rupanya. Memang banyak negara-negara lain non-eropa yang mengembangkan fashion secara lebih spesifik,akan tetapi biasanya mereka akan menjadikan dasar-dasar fashion dari eropa sebagai suatu konsep pengembangannya.
Beralih dari fashion dan teknologi, sebelumnya saya sudah membahas tentang westernisasi yang berasal dari benua ini. Menurut saya, pengaruh yang sangat besar terhadap warga dunia adalah westernisasi ini. Mengapa? Di era yang sangat modern ini siapa yang tidak terkena imbas dari westernisasi? Westernisasi adalah sebuah proses dimana masyarakat dunia berada di bawah pengaruh budaya barat dibeberapa hal seperti industri, teknologi, hukum, politik, ekonomi, gaya hidup bahkan kepercayaan atau nilai. Proses inilah yang membuat bangsa-bangsa lain seringkali mengganti dan memperbaharui kebiasaan dari dalam negara-negaranya dengan kebiasaan dari bangsa barat/eropa. Disini saya tidak akan memaparkan westernisasi secara lanjut karena saya pikir semuanya sudah mengetahui dampak apa saja yang dibawa oleh westernisasi tersebut.

Bagi saya, eropa merupakan symbol dari kekuatan yang lama hilangnya karena eksistensinya yang mewabah di era modern seperti sekarang. Maka dari itu kita perlu membuat studi ini terlihat menarik pemahamannya dalam pembelajarannya.

Wednesday, September 22, 2010

Mata Lelaki

Mata. Yang kita kenal mata adalah sebuah panca indra yang diciptakan indah oleh Tuhan Yang Maha Kuasa untuk menjadi alat penglihatan kita. Beranjak dari pengertian diatas, kata “mata” seringkali diangkat menjadi suatu ungkapan atau membentuk definisi yang baru jika kita menambahkan kata-kata tertentu setelah kata “mata” tersebut. Sebagai contoh kata untuk pembaca yang saya pikir sudah mengetahuinya, saya sebutkan 3 contoh yaitu Mata Uang , Mata Angin, dan Mata-mata.

Tadi itu hanyalah pengenalan kata “Mata” dan bentukan kata-katanya.

Dalam kesempatan kali ini saya akan mengangkat topic berdasarkan salah satu bentukan dari kata “mata” yang benar-benar tidak ada sangkut pautnya dengan penjelasan yang diatas. -__-

Mata Lelaki

Mungkin banyak teman-teman pembaca (khususnya wanita) sekalian langsung berbicara “apaan sih, gapenting banget deh tulisannya!” atau ada yang berteriak karena tertarik membaca tulisan yang berjudul “mata lelaki” ini. Dalam tulisan ini saya akan mengambil perspektif dari wanita dan juga dari laki-laki itu sendiri.

1. Wanita

Banyak wanita berpikir bahwa, berbicara tentang mata lelaki itu pasti berpikir tentang hal yang negatif jika melihat lawan jenisnya. Maksudnya, hampir 80 % penglihatan mata lelaki terhadap lawan jenisnya adalah atas dasar nafsunya. Eits, nafsu yang dipikir oleh wanita disini bukan nafsu birahi pria melainkan nafsu yang sewajarnya. Nafsu sewajarnya disini saya perumpamakan ketika seorang lelaki menatap fisik seorang wanita yang dia tidak kenal/kenal dan memuji didalam hatinya atau bergumam lisannya mengucap, misalnya: “Gila, cantik banget!” atau “Bodynya bagus banget”. Penjelasan tadi sangat erat kaitannya dengan naluri seorang lelaki.

Dalam 80 % tersebut, mungkin hanya sekitar 30% saja yang merupakan nafsu yang sewajarnya menurut pemikiran para wanita. Kemanakah 50%nya? Nah, tadi saya sudah berbicara tentang nafsu birahi. Jadi, sudah tau kan 50%nya itu apa?

Nafsu birahi inilah yang membuat para wanita seringkali membuat wanita takut kepada mata lelaki. Secara biologis, imajinasi pria dalam penglihatannya kepada lawan jenisnya memang selalu mengarah ke nafsu birahinya, apalagi ke bagian-bagian tertentu dalam tubuh wanita dan apalagi ketika laki-lakinya dijudge memiliki otak mesum.

….Mata Mata Matanya Lelaki
Kadang Suka Kadang Ngeri Dibuatnya… Nicky Astria – Mata lelaki

2. Laki-laki

Berbicara tentang mata lelaki ketika bertanya langsung kepada seorang lelaki mungkin tidak terlalu menyerempet kepada nafsu. Pertamax, mata lelaki bagi seorang lelaki adalah suatu instrumen untuk “melihat yang indah-indah”. Melihat yang indah-indah inilah yang menimbulkan banyak pengertian yang sampai sekarang pun berbeda-beda pendapatnya. Keduax, mata lelaki ini menurutnya adalah salah suatu instrument untuk memikat lawan jenisnya. Bagi laki-laki, tatapan mata yang tajam merupakan salah satu alat untuk melelehkan hati wanita agar wanita tersebut terseret mencari tau kehidupannya. Singkatnya sih salah satu alat untuk mencari jodoh. Ketigax, mata lelaki adalah symbol dari keteguhan hati seorang laki-laki. Maksudnya, seorang laki-laki pasti sangat anti untuk menangis didepan sejenisnya dan lawan jenisnya. Air mata lelaki yang tertetes dianggap oleh seorang laki-laki sebagai satu hal yang menggambarkan kelemahan dirinya.

Mungkin hanya itu penjelasan yang saya utarakan kepada pembaca sekalian. Saya rasa wanita lebih mengerti mata lelaki disuatu kondisi apapun. Maksudnya, sebagai contoh yaitu air mata lelaki. Wanita akan lebih menghargai seorang lelaki yang tidak menyembunyikan sesuatu dibelakang matanya, dia akan lebih memahami laki-laki yang mengeluarkan air matanya daripada yang menyembunyikannya. Tapi kecenderungan wanita untuk takut pun tinggi karena imaginasi mata lelaki yang katanya menakutkan itu. :p

Kesimpulan yang saya kemukakan disini adalah mungkin mata lelaki yang ingin lebih tau dan memahami sisi positif dan negatifnya adalah wanita dibanding pemiliknya sendiri.

……Dalam Hatinya Mana Kita Tahu
Kagum Apa Nafsu Siapa Yang Tahu
Mata Laki-laki Katanya Begitu……..

Nicky Astria – Mata Lelaki

SEMOGA SAYA BUKAN ORANG YANG SOTOY !!!

SEMOGA BERMANFAAT YA TEMAN-TEMAN

Zico Rizki

170210090090

Monday, August 16, 2010

Posting lagi

Akhirnya setelah disibukan dengan dunia perkuliahan, gue bisa posting lagi. Oiya terimakasih juga buat temen gue Rania Ghina Tsuraya yang nyadarin gue kalo gue itu masih punya blog yang mesti harus selalu diisi. Lanjut ke postingan selanjutnya :)

Antara Zico dan Kebo

Kebo...Kebo...dan Kebo. Itulah sebutan yang gue dapet dari teman-teman gue sejak SMP kelas 2. Dari dulu hingga sekarang gue masih bingung kenapa gue dibilang kebo.

Kebo = Kerbau . Masa gue disamain sama kerbau daah?
Liat deh, Ga mirip kan?






















Setelah gue telusurin pengertian kebo pertama yang gue dapet disini adalah menyerupai kerbau, physically. Intinya fisik gue sama kebo itu sama -,,- (ga banget laah). Lalu gue bantah dengan argumen seperti ini

Kerbau = Hitam, Gue = Sawo Mateng
Kerbau = Punya tanduk di kepala, Gue = Punya tanduk di selangkangan
Kerbau = Kakinya Empat, Gue = Berkaki Dua
Kerbau = Gemuk dan buncit perutnya, Gue = Sorry2 maaf, Kurus tinggi dan Sixpack perut gue
Kerbau = Tainya warna hijau tua, Gue = Kalo ga kuning ya coklat

Beda banget kan gitu? Tapi inilah persepsi seorang laki2 yang belom tau apa-apa hahaha.

Lanjut------------------------------------------------>

Ketika beranjak SMA lagi-lagi gue dipanggil kebo lagi pas kelas 2. Temen-temen gue main nyletuk aja manggil gue KEBO dengan mulut yang membahayakan itu. Gue dengan polosnya menjawab dengan perspektif yang diatas, yang ada malah gue diketawain -,-

Panggilan kebo itu semakin menguat ketika gue mulai mendekati gadis anak texas yang bernama Naisha. Dia itu kakaknya temen baik adek gue(Fitha), adek gue (Amel). Waktu gue sering chatting sama dia pasti gue selalu ketiduran di keyboard laptop gue. Lalu dia mengatai saya KEBO. Hampir setiap hari dia manggil gue KEBO.

Lalu setelah itu, gue juga sempet berkenalan dengan yang namanya Ayu. Dia itu anak alpus kelas 1 sma (saat itu gue kelas 3sma). Gue dulu sering chat dia malem-malem, dan ga sengaja gue manggil dia kalong. Biasanya kita setelah chatting langsung tidur. Nah, dia selalu tidur tepat 8 jam (tidur orang sehat), dan gue selalu bangunnya lebih siang dari dia, minimal 10 jam gue tidur semaleman (Hobby tidur).

Kuatnya gue makan pun juga sering jadi bahan omongan temen-temen. Panggilan KEBO ini juga dikarenakan gue yang hobbynya makan banyak.

Setelah gue pahami dari orang-orang ini ternyata gue dan kerbau memiliki banyak kesamaan sifat bukannya fisik. Seperti ini kira-kira persamaannya:

Sama-sama HARDWORKER
Sama-sama TUKANG MAKAN
Sama-sama TUKANG TIDUR disaat tidak ada kerjaan
Sama-sama JARANG MANDI sehingga dekill and decumel

Yaah, tampaknya saya harus memaklumi jika saya selalu dipanggil kebo oleh teman-teman saya huuffhszzzzz banget

Thursday, January 28, 2010

Bullet For My Valentine - All These Things I Hate

Akhirnya posting lagi, hahahaha.
Cuma mau kasih tau lagu ini aja cuy

BFMV - All these things i hate

once more I’ll say good bye to you
things happen but we don’t really know why
if it’s supposed to be like this
why do most of us ignore the chance to miss

oh yeah

torn apart at the seams and my dreams turn to tears
I’m not feeling this situation
run away, try to find that same place you can’t hide,
it’s the best place to be when you’re feeling like
me, me, yeah, yeah
all these things I hate revolve around
me, me, yeah, yeah,
just back off before I snap.

once more you tell those lies to me
why can’t you just be straight up with honesty?
when you say those things in my ear
why do you always tell me what you wanna hear?

oh yeah

wear your heart on your sleeve, make things hard to believe
I’m not feeling this situation
run away try to find that same place you can’t hide
it’s the best place to be when you’re feeling like
me, me, yeah, yeah
all these things I hate revolve around
me, me, yeah, yeah,
just back off before I snap and you’ll see
me, me, me
all these things I hate revolve around
me, me, yeah, yeah,
just back off before I snap

torn apart at the seams are my dreams to the tears
I’m not feeling this situation
run away try to find that same place you can’t hide
it’s the best place to be when you’re feeling like me

it’s the best place to be when you’re
me, me, yeah, yeah,
all these things I hate revolve around
me, me, yeah, yeah,
just back off before I snap and you’ll see
me, me, all these things I hate revolve around
me, me, yeah, yeah,
just back off before I snap.