Monday, March 14, 2011

cerita tentang sebuah bola

Bintaro, 2008

Suatu sore yang cerah, diiringi dengan suara angin yang merdu, dan sinar matahari yang sedikit terik, dengan tergesa kami berjalan. Aku, Putra, dan Remi menghampiri sebuah tanah lapang yang lumayan besar di dalam komplek kami. Aku ingat saat itu sekitar pukul 15.00 WIB. Kami duduk dipinggir tanah lapang yang terdapat sedikit rumput melambai tertiup angin. Remy membawa bola kaki yang kami beli hampir setahun yang lalu dengan cara patungan. Sebuah bola yang sekarang usang dan berwarna kecoklatan yang sering kami pakai untuk bermain sepakbola di lapangan ini. Melihat bola yang dipegang Remy tersebut, aku teringat sebuah cerita dahulu.

Aku ingat ketika bola kami tersebut diambil oleh pak satpam dan diumpetin didalam posnya karena kami tidak sengaja memecahkan kaca jendela belakang salah satu rumah warga yang memunggungi tanah lapang. Saat itu kami baru memakainya selama seminggu penuh untuk bermain sepakbola setelah kami pulang dari sekolah. Hanya sepakbola yang menurut kami bisa membuat kami melepaskan kejenuhan kami setelah mendayagunakan otak kami di sekolah.

Sambil memegang bola yang didiamkan oleh Remy terbaring di lapang, Putra dengan mukanya yang datar bertanya kepadaku, “Zic, kira-kira sudah berapa bola ya. Yang kita pakai selama kita masih kecil sampai sekarang sudah besar?” Sambil tertawa kecil aku menjawab, “ Mungkin sudah sekitar 70-an lebih kali ya put?”.

Remy yang mendengar kami bertanya-jawab pun bersuara dan menjelaskan tentang cerita semua bola yang kami gunakan. Mulai dari bola plastik yang dulu dimainkan di jalanan beraspal, bola kulit yang diberikan oleh salah satu orang tua kami, bola kulit yang disumbangkan pak RT pada saat itu, bola yang kami beli dengan cara patungan, bola yang pernah kami temukan didalam selokan komplek tetangga yang masih layak pakai sampai sebuah bola bagus standar nasional yang kami dapatkan ketika memenangkan kejuaraan tingkat RW.

Dia pun menjelaskan tentang nasib bola-bola yang kami gunakan. Dari bola yang hilang dicuri anak kampung sebelah, bola yang hancur kena beling, peang, nyangkut di genteng orang, bola yang rusak karena kesalahan kami, sampai sebuah bola yang dulu pernah diumpetin tetangga supaya kami tidak bermain sepakbola lagi. Remy pun menceritakan sebuah kisah yang paling menyakitkan tentang nasib salah satu bola yang kami pakai.

Bola tersebut adalah bola salah satu teman kami yang sudah berhijrah ke wilayah lain, Ceping. Bola tersebut kami akui sebagai salah satu bola yang pewe dan sering kami pakai. Bola itu tak sengaja tersangkut dirumah bapak Nopo (sebut saja) dan ketika bola tersebut ditemukan di lapang sudah tercabik dan tertusuk sebuah pisau. Aku dan Putra pun tertunduk dan mengangguk. Saat itu aku ingat, perasaan kami sangat geram kepada bapak tersebut.

Sebuah suara cempreng pun terdengar, “Andi juga inget pas dulu kecil, pas abang-abang nangis terus mencoba ngelawan kakak-kakak dan om-om yang ngerebut lapangan dan sebuah bola abang-abang dengan seenaknya” Suara Andi yang memotong pembicaraan dan menghampiri kami dengan berlari. “Andi inget pas kita bales ngelemparin batu sambil nangis setelah ditabokin sama kakak-kakak dan om-om itu demi sebuah lapang dan sebuah bola.” Kami bertiga pun tertawa malu mendengar cerita Andi yang menggebu-gebu setelah menguping pembicaraan kami.

“WOY !!”, sebuah kata yang diteriakan 3 jenis suara laki-laki yang berbeda bersamaan. “Sep! Lay! Bet”, balas kami menyambut ketiga teman yang menghampiri tempat kami duduk berempat. Septo, Rifan, dan Aldi. Rifan si anak Batak dengan suara beratnya (namun cempreng) bertanya apa yang sedang kami bicarakan. Dia mengasumsikan ketika sekelompok laki-laki berkumpul dan berbicara, sudah pasti membicarakan BOKEP.

“Dasar boeng lo fan!”, Putra membantah asumsi seorang anak yang baru masuk sekolah menengah atas yang sok tahu teori sosial. Lalu Remy pun menjelaskan bahwa kami sedang membicarakan tentang sebuah bola kaki yang kami gunakan selama ini. Dan ketiga teman kami yang baru saja datang mencoba memasuki alur cerita kami.

“Lo semua pernah inget ga kita pernah debat tentang sebuah bola?”, Septo menyambung pembicaraan kami dan melirikku. Semuanya terdiam dan cengo memperhatikan kalimat pertanyaan Septo.

Aku ingat tentang perdebatan itu dan mencoba menceritakan kepada teman-teman. Sebenarnya itu bukanlah sebuah debat melainkan sebuah pertentangan argumen seorang anak laki-laki yang masih dibalut oleh emosi. Pertentangan argument ini kalo dipikir di zaman sekarang pun menjadi sesuatu yang tidak penting atau non-sense. Pertentangan itu berasal dari kalimat “Bola adalah teman” by: Tsubasa Ozora dalam kartun Captain Tsubasa yang pada saat itu membius masa kecil kami sampai lalai shalat maghrib karena ditayangkan pukul 18.00 WIB.

Saat itu, aku yang berargumen bahwa bola itu bukanlah teman melainkan sebuah musuh. “Bola adalah musuh, makanya kita tendang-tendangin”. Aku ingat saat itu aku masih menginjak kelas 4 atau 5 sekolah dasar. Seorang bocah laki-laki yang masih SD sudah bisa berpendapat seperti itu (heran kan?)

Saat itu juga, secara langsung, aku dimusuhi oleh anak-anak komplek yang entah diprovokasi oleh siapa yang kesannya sangat pro-Tsubasa tersebut. Dan menceramahiku bahwa pendapat tersebut salah. Dan saat itu aku mengiyakan dan kalah T_____________T (derita kalah dari mayoritas)

Aku menunduk setelah menceritakan itu kepada teman-temanku

Setelah cerita itu datanglah tiga teman kami, Aan, Julian, dan Rian (kenapa jadi semuanya akhirannya –an?). Sama seperti kedatangan teman kami sebelumnya, mereka penasaran apa yang kami lakukan sambil duduk-duduk dan tiduran (hanya Septo yang tiduran). Kali ini Putra lah yang menjelaskan kepada tiga teman kami yang baru datang.

Rifan dengan aksen bataknya mulai mencairkan suasana serius di kondisi cuaca sore hari yang sudah mulai berawan. Dia memang sebuah figur anak laki-laki yang humoris dan jarang seriusnya. Tapi, pada saat itu dia bercerita dengan serius. “Bicara tentang sebuah bola, pasti kita bicara tentang sebuah kata yaitu kesakitan”, ujarnya dengan alis mata seperti taunt dari The Rock di Smackdown. Dan kami pun memperhatikan. Lalu Rifan pun melanjutkan ceritanya.

“Pasti lo semua kagak ada yang ga pernah kena bola kan BURUNGnya?”. Kami pun terdiam seakan terdapat jangkrik yang berbunyi “krik..krik..krik”. Memang hal tersebut benar, namun apasih maksud dari guyonannya si Rifan ini? Kami pun melemparinya dengan sandal kami masing-masing.

Septo mengatakan bahwa mungkin ketika seorang laki-laki, burungnya belom kejebret oleh sebuah bola. Itu sebuah hal yang aneh dan menurutnya tidak wajar, setiap laki-laki yang suka bermain bola sudah pasti pernah kena BURUNGnya. *out of topic

“Daripada cerita tentang sebuah bola, mumpung udah rame mending kita mainin saja bolanya bang. Kan sebuah bola bisa bernilai kalau kita memainkannya” ujar Rian yang sok-sokan berpendapat padahal masih SMP. Pendapat Rian mengakhiri cerita kami tentang sebuah bola pada sore itu, dan pada akhirnya kami pun mulai menendang dan menggiringnya lalu memainkannya bersama-sama.

Dengan sebuah bola, kita bisa kenal satu sama lainnya

Dengan sebuah bola, kita bisa menikmati masa kecil

Dengan sebuah bola, kita bisa tertawa bahkan menangis

Memang bola-bola tersebut sudah tidak ada wujudnya, namun bola tersebut sudah tersimpan didalam otak dan hati kami. Hal ini kami wujudkan dengan sebuah cerita tentang sebuah bola.

Hanya dengan sebuah bola..

dedicated to my little family -GNAZ-

Sunday, February 6, 2011

Venice, 1979

o sole mio

di antara
gedung-gedung tua yang mengambang
ku susuri kanal-kanal dingin yang membisu
tanpa jemu mencarimu

di antara
gondola-gondola manja yang mengambang
ku kejar bayang-bayang manis parasmu
tanpa jenuh mencarimu

dulu disini kita berkenalan
ketika gondola kita bersenggolan
ketika pandangan kita berpapasan
lalu kita saling berbagi perasaan

dan hari ini
kita bertemu lagi
engkau dalam gondolamu
tidak lagi sendiri seperti dulu

sepotong gaun putih gemerlap
membungkus tubuhmu lekat
seorang lelaki ber-tuxedo gelap
terus menggandengmu amat erat

lalu gondolamu bergegas melesat
menyeret anganku terbawa sesat
di antara gedung-gedung tua
yang masih mengambang
di antara gondola-gondola manja
yang terus mengambang

o sole mio
ti amo.

By: Alm. Ahmad Halwani Zein

You're the diplomat :'(

Saturday, September 25, 2010

Europe for me, Europe for European, Europe for the World

Siapa yang tidak kenal eropa?

Benua yang terletak dibagian barat bumi ini rata-rata negaranya memiliki 4 musim yang berganti-ganti. Saya sebagai warga negara Indonesia yang hanya merasakan musim hujan dan musim kemarau sangat ingin sekali menginjakkan kaki disana. Sepakbola yang penuh dengan taktik dan ambisi, penuh luapan emosi dan semangat di tengah lapangan juga merupakan hal yang hanya ada eropa ini. Terbalut dalam suasana penonton yang “overload” didalam suatu pertandingan. Kebudayaan lokal yang masih sangat dipelihara didalam produk “westernisasi”nya , tempat berwisata yang sangat dijaga keberadaannya. Benua yang memiliki wanita-wanita yang cantik bermata biru serta wanita yang berambut pirang dan merah seakan menambah nilai plus.
Mungkin tadi hanya perumpamaan saya yang tak pernah sekalipun menginjakkan kaki di benua tersebut, pemaparan tadi merupakan kesukaan saya tentang elemen-elemen apa saja yang berada disana. Terlihat norak tapi saya rasa itu wajar buat mahasiswa seperti saya yang hanya mengetahuinya lewat layar kaca.

Europe for me

Pertama. Eropa, buat saya merupakan destinasi cita-cita saya akan bekerja. Disana terdapat markas besar dari Organisasi Internasional yang bernama United Nations World Tourism Organization (UNWTO), Madrid, Spanyol. Organisasi ini bergerak didalam bidang pariwisata internasional. Secara pribadi, saya sangat tertarik isu-isu pariwisata nasional dan internasional dari dulu. Indonesia yang kita ketahui mempunyai potensi pariwisata yang sangat besar akan tetapi seringkali diragukan di dunia Internasional. Disini saya mempunyai cita-cita untuk memperbaiki citra pariwisata Indonesia. Nah, karena itu saya ingin sekali belajar dan bekerja disana.
Kedua. Eropa merupakan ‘biang keladi’ dari westernisasi yang sekarang merasuki bangsa kita. Sebenarnya saya sangat tertarik angin westernisasi ini, tertarik disini bukan berarti menyetujui apa yang telah dibawa darinya. Saya tertarik untuk mempelajari prosesnya secara langsung dan memunculkan banyak pertanyaan, mengapa paham ini sangat cepat merasuknya kedalam negara saya? Mengapa cuma westernisasi yang eksis dibandingkan easternisasi di negara saya?

Europe for Europeans


Sebenarnya, part ini adalah part yang menyulitkan saya. Secara saya belum pernah mempelajari studi orang-orang eropa secara spesifik.
Menurut saya, ada 2 kaitan secara besar perannya eropa terhadap penduduknya/bangsanya. Pertama, yaitu Industrialisasi. Kita mengetahui bahwa eropa adalah benua yang isyarat dengan kata “industri”. Orang-orang eropa sejak industrialisasi tercanangkan terlihat lebih mudah memenuhi kebutuhannya dibandingkan yang lama-lama. Industri secara keseluruhan menimbulkan asumsi bahwa terdapat kekuatan yang besar didunia ini setelah negara Amerika yaitu Eropa.

Kedua. Berkaitan dengan industrialisasi, baru-baru ini terbentuklah organisasi internasional yang disebut dengan Uni-Eropa. Apa kaitan Uni-Eropa dengan orang Eropa?
Uni-Eropa kita ketahui sebagai organisasi internasional yang bekerja melalui gabungan sistem supranasional dan antarpemerintahan. Uni-Eropa selain itu dikenal sebagai organisasi internasional yang menunjang untuk melaksanakan kesejahteraan rakyat negara anggota. Yang bisa saya tangkap Uni-Eropa sangat berpengaruh besar terhadap warga eropa secara langsung. Uni-Eropa disini seakan mengkoordinir stabilitas perpolitikan dan ekonomi demi untuk mewujudkan kesatuan yang harmonis dalam negara-negara eropa. Selain itu, setau saya Uni-Eropa juga bergerak kerjasama dibidang pertahanan dan keamanan. Hal ini membuktikan Uni-Eropa menjamin keamanan masing-masing anggota organisasi dan keamanan dari warga-warganya terhadap tercetusnya perang atau adanya serangan dari bangsa lain. Tapi yang paling penting menurut saya adalah peran Uni-Eropa dalam membantu mengembangkan teknologi yang mutakhir untuk abad ini dengan pendanaan dan pengiriman tim experimennya. Mengapa saya bilang penting? Industrialisasi tanpa penggunaan teknologi yang mutakhir seolah-olah menganalogikan ibarat sayur tanpa garam.

Europe for World

Eropa untuk dunia, sebenarnya hampir sama dengan pembahasan sebelumnya. Kemajuan teknologi yang dimunculkan oleh ahli-ahli teknologi rata-rata merupakan orang-orang dari eropa. Teknologi yang dikembangkan oleh eropa sering dibawa dan dikembangkan lebih lanjut oleh negara-negara industri yang berada di mancanegara. Selain teknologi, eropa berperan juga dalam bidang fashion. Semua gaya berpakaian manusia sekarang rata-rata berkiblat ke eropa. Di eropa, fashion merupakan suatu bidang yang benar-benar dikembangkan sedemikian rupanya. Memang banyak negara-negara lain non-eropa yang mengembangkan fashion secara lebih spesifik,akan tetapi biasanya mereka akan menjadikan dasar-dasar fashion dari eropa sebagai suatu konsep pengembangannya.
Beralih dari fashion dan teknologi, sebelumnya saya sudah membahas tentang westernisasi yang berasal dari benua ini. Menurut saya, pengaruh yang sangat besar terhadap warga dunia adalah westernisasi ini. Mengapa? Di era yang sangat modern ini siapa yang tidak terkena imbas dari westernisasi? Westernisasi adalah sebuah proses dimana masyarakat dunia berada di bawah pengaruh budaya barat dibeberapa hal seperti industri, teknologi, hukum, politik, ekonomi, gaya hidup bahkan kepercayaan atau nilai. Proses inilah yang membuat bangsa-bangsa lain seringkali mengganti dan memperbaharui kebiasaan dari dalam negara-negaranya dengan kebiasaan dari bangsa barat/eropa. Disini saya tidak akan memaparkan westernisasi secara lanjut karena saya pikir semuanya sudah mengetahui dampak apa saja yang dibawa oleh westernisasi tersebut.

Bagi saya, eropa merupakan symbol dari kekuatan yang lama hilangnya karena eksistensinya yang mewabah di era modern seperti sekarang. Maka dari itu kita perlu membuat studi ini terlihat menarik pemahamannya dalam pembelajarannya.

Wednesday, September 22, 2010

Mata Lelaki

Mata. Yang kita kenal mata adalah sebuah panca indra yang diciptakan indah oleh Tuhan Yang Maha Kuasa untuk menjadi alat penglihatan kita. Beranjak dari pengertian diatas, kata “mata” seringkali diangkat menjadi suatu ungkapan atau membentuk definisi yang baru jika kita menambahkan kata-kata tertentu setelah kata “mata” tersebut. Sebagai contoh kata untuk pembaca yang saya pikir sudah mengetahuinya, saya sebutkan 3 contoh yaitu Mata Uang , Mata Angin, dan Mata-mata.

Tadi itu hanyalah pengenalan kata “Mata” dan bentukan kata-katanya.

Dalam kesempatan kali ini saya akan mengangkat topic berdasarkan salah satu bentukan dari kata “mata” yang benar-benar tidak ada sangkut pautnya dengan penjelasan yang diatas. -__-

Mata Lelaki

Mungkin banyak teman-teman pembaca (khususnya wanita) sekalian langsung berbicara “apaan sih, gapenting banget deh tulisannya!” atau ada yang berteriak karena tertarik membaca tulisan yang berjudul “mata lelaki” ini. Dalam tulisan ini saya akan mengambil perspektif dari wanita dan juga dari laki-laki itu sendiri.

1. Wanita

Banyak wanita berpikir bahwa, berbicara tentang mata lelaki itu pasti berpikir tentang hal yang negatif jika melihat lawan jenisnya. Maksudnya, hampir 80 % penglihatan mata lelaki terhadap lawan jenisnya adalah atas dasar nafsunya. Eits, nafsu yang dipikir oleh wanita disini bukan nafsu birahi pria melainkan nafsu yang sewajarnya. Nafsu sewajarnya disini saya perumpamakan ketika seorang lelaki menatap fisik seorang wanita yang dia tidak kenal/kenal dan memuji didalam hatinya atau bergumam lisannya mengucap, misalnya: “Gila, cantik banget!” atau “Bodynya bagus banget”. Penjelasan tadi sangat erat kaitannya dengan naluri seorang lelaki.

Dalam 80 % tersebut, mungkin hanya sekitar 30% saja yang merupakan nafsu yang sewajarnya menurut pemikiran para wanita. Kemanakah 50%nya? Nah, tadi saya sudah berbicara tentang nafsu birahi. Jadi, sudah tau kan 50%nya itu apa?

Nafsu birahi inilah yang membuat para wanita seringkali membuat wanita takut kepada mata lelaki. Secara biologis, imajinasi pria dalam penglihatannya kepada lawan jenisnya memang selalu mengarah ke nafsu birahinya, apalagi ke bagian-bagian tertentu dalam tubuh wanita dan apalagi ketika laki-lakinya dijudge memiliki otak mesum.

….Mata Mata Matanya Lelaki
Kadang Suka Kadang Ngeri Dibuatnya… Nicky Astria – Mata lelaki

2. Laki-laki

Berbicara tentang mata lelaki ketika bertanya langsung kepada seorang lelaki mungkin tidak terlalu menyerempet kepada nafsu. Pertamax, mata lelaki bagi seorang lelaki adalah suatu instrumen untuk “melihat yang indah-indah”. Melihat yang indah-indah inilah yang menimbulkan banyak pengertian yang sampai sekarang pun berbeda-beda pendapatnya. Keduax, mata lelaki ini menurutnya adalah salah suatu instrument untuk memikat lawan jenisnya. Bagi laki-laki, tatapan mata yang tajam merupakan salah satu alat untuk melelehkan hati wanita agar wanita tersebut terseret mencari tau kehidupannya. Singkatnya sih salah satu alat untuk mencari jodoh. Ketigax, mata lelaki adalah symbol dari keteguhan hati seorang laki-laki. Maksudnya, seorang laki-laki pasti sangat anti untuk menangis didepan sejenisnya dan lawan jenisnya. Air mata lelaki yang tertetes dianggap oleh seorang laki-laki sebagai satu hal yang menggambarkan kelemahan dirinya.

Mungkin hanya itu penjelasan yang saya utarakan kepada pembaca sekalian. Saya rasa wanita lebih mengerti mata lelaki disuatu kondisi apapun. Maksudnya, sebagai contoh yaitu air mata lelaki. Wanita akan lebih menghargai seorang lelaki yang tidak menyembunyikan sesuatu dibelakang matanya, dia akan lebih memahami laki-laki yang mengeluarkan air matanya daripada yang menyembunyikannya. Tapi kecenderungan wanita untuk takut pun tinggi karena imaginasi mata lelaki yang katanya menakutkan itu. :p

Kesimpulan yang saya kemukakan disini adalah mungkin mata lelaki yang ingin lebih tau dan memahami sisi positif dan negatifnya adalah wanita dibanding pemiliknya sendiri.

……Dalam Hatinya Mana Kita Tahu
Kagum Apa Nafsu Siapa Yang Tahu
Mata Laki-laki Katanya Begitu……..

Nicky Astria – Mata Lelaki

SEMOGA SAYA BUKAN ORANG YANG SOTOY !!!

SEMOGA BERMANFAAT YA TEMAN-TEMAN

Zico Rizki

170210090090

Monday, August 16, 2010

Posting lagi

Akhirnya setelah disibukan dengan dunia perkuliahan, gue bisa posting lagi. Oiya terimakasih juga buat temen gue Rania Ghina Tsuraya yang nyadarin gue kalo gue itu masih punya blog yang mesti harus selalu diisi. Lanjut ke postingan selanjutnya :)

Thursday, January 28, 2010

Bullet For My Valentine - All These Things I Hate

Akhirnya posting lagi, hahahaha.
Cuma mau kasih tau lagu ini aja cuy

BFMV - All these things i hate

once more I’ll say good bye to you
things happen but we don’t really know why
if it’s supposed to be like this
why do most of us ignore the chance to miss

oh yeah

torn apart at the seams and my dreams turn to tears
I’m not feeling this situation
run away, try to find that same place you can’t hide,
it’s the best place to be when you’re feeling like
me, me, yeah, yeah
all these things I hate revolve around
me, me, yeah, yeah,
just back off before I snap.

once more you tell those lies to me
why can’t you just be straight up with honesty?
when you say those things in my ear
why do you always tell me what you wanna hear?

oh yeah

wear your heart on your sleeve, make things hard to believe
I’m not feeling this situation
run away try to find that same place you can’t hide
it’s the best place to be when you’re feeling like
me, me, yeah, yeah
all these things I hate revolve around
me, me, yeah, yeah,
just back off before I snap and you’ll see
me, me, me
all these things I hate revolve around
me, me, yeah, yeah,
just back off before I snap

torn apart at the seams are my dreams to the tears
I’m not feeling this situation
run away try to find that same place you can’t hide
it’s the best place to be when you’re feeling like me

it’s the best place to be when you’re
me, me, yeah, yeah,
all these things I hate revolve around
me, me, yeah, yeah,
just back off before I snap and you’ll see
me, me, all these things I hate revolve around
me, me, yeah, yeah,
just back off before I snap.

Thursday, November 19, 2009

Tugas gue

Economy in Indonesia
Better or worst?
Indonesia country have strength and weakness just like the other country in this world. Indonesia’s strength can make an opportunity to do Indonesia’s purpose to become a better country. As same as strength, the opposite of Indonesia’s strength, Indonesia’s weakness , can make big threat that can destroyed Indonesia’s slowly and constantly.
If we see Indonesia now, we will found so many problem in public aspect like politic system, economy, social, technology, environment , and law after President SBY command. Economy has bigger problem than others as we know now.
Can you imagine Economy in Indonesian in the next five years? Let’s analyze it!
First in the political system in Indonesian. Talking about Indonesia’s economy from political views is about economy policy which are issued by Indonesia’s government. Strength of the economical government is the policy to pay off many debt to IMF and it succes. Government policies toward small and medium businesses are managed to raise the people's economy sector. it makes Indonesia's economy improved and slightly improve the ugliness.
Other than strength, political policies for the economy also has a weakness. This weakness evidenced by some government policies are always changing in today's economy. This is evidenced when Indonesia disconnect bilateral relation with IMF. although already broken, every government policy can be monitored and protested by the IMF. It makes our economic policy is not free. And as if we know too, many changing policy in this global crisis make our economical getting worst.
Many econom said that if we repair the policy now, economy in Indonesia will stabilize in the end in next year. That’s the oppurtunity that we have now if we stabilize the policy soon. But if we don’t move on soon, it will make a threat to political stabilization. In the crisis like now, economical threat can influence all aspect contain the politic. I think this crisis is the beginning of the economical threat.


If we analyze with economical lecture, the strength is GDP increased and improvement small and medium businesses. It makes our ministry and president SBY target economy development to raise and increase up to 7 % in this time they command. Although it is a strength, but someone think that it is a weakness. Why? Many people said that 7% is too little to realizing 5 years of develop the economic sector. The second weakness is the corruption. I think it unnecessary to be explain.
Since May 2009 Indonesia’s economical fundament is stay strong. Also support with combination step of monetary policy and fiscal policy which taken by government good enough. Moreover, someone (Indonesia’s econom) said that he see the big market domestic of Indonesia are an opportunity for jack up economy growth. Indonesia’s involvement as member G-20 who join in make internasional economy policy is become indonesia’s opportunity for grow faster than other.
Reversed to the opportunity, Indonesia has many threat in pursue the opportunity. Becoming a member in G-20 is good but it will be a worst threat. Indonesia has many resources that patronize economic growth intern and to the world but i think it will be a good way for other country to capitalize for they without give us a feedback. Try to understand that!
In analysis of social, the strength is many investor come to invest in Indonesia recently. Relation between Indonesia’s government or Indonesia’s industry and private are happen in good way. But the weakness is Indonesia government will forget the consentration in national industry and prefer look the private sector. It makes national sector weak and worst than private.
If we look the strength, we will know the opportunity is from the relation with private sector. I think a good relation with private can make many advantages. Feedback which are ordered by private can give our country much help and income. That feedback can we use to finance our economical development.
Talk about opportunity is easy, but we must know the threat too. I think the threat is a part of our weakness too. The threat is privatization of national industry to become a private industry because off that relation above.

Move on technology, the strength is located in Indonesia’s policy to maximize everythings about technology to support government and civil to develop economy faster. But sometimes it will be a weakness to make civil and government working late and delay the process.
The opportunity is based on the strength. If we do the policy, I think it will be a chance to accelerate economic growth and economic development. But, there is a threat behind the opportunity. In this globalization era which many technology that being used much than ago, the threat is bioterorisme. Bioterorisme will disturb system in economic matters moreover until the system break or stop.
In analysis of environmental lecture, talking economy is about resource usages. The strength found in natural resource for economy development is fulfill even more in Indonesia. But it is inversely proportional to cultivate when the subject is not competent and expert and that is the weakness. Another weakness is economy and environment can not be separated and divided into each focus. There is a negative relationship between economic growth with the availability of natural resources in the earth. This means an increase in economic growth will be followed by a decreasing availability of natural resources on earth.
Same as technology, the opportunity based on the strength of the Indonesia’s environement, a lot of natural resources. I think a lot of natural resources can patronize the economical development and economical growth. if the resident needs are met by these resources, I think the civil will increase productivity so they can build Indonesia's economy. Talking about the environment, there is a serious threat on pollution. When pollution hit the subject or object, then the productivity will decrease and so may delay revenue for economic development.
The strength in law lecture, Indonesia is a state law became the rule of law is upheld. Law in the economy will make obedient each subject. When fully enforced the law strictly, I think the economic actors in Indonesia will think back to do cheating in the economic system. It would make a clean economy in Indonesia. KPK also the one of model strength to support economy that uphold the law.


Although there is a institution to uphold the law in economy sector, but there is a weakness too. Law almost often buy by money from several person who have much money. It is very crucial and can’t be exterminated so fast because it can be know and predict who and how to do it.
That weakness are difficult to exterminated, but outside the weakness there is an opportunity. What opportunity?
One of the National Development Program Policy Legal Affairs is included in Lines of State Policy (the Guidelines) is to develop legislation to support economic activity in the era of free trade. Of course, these policy directions is one explicit statement that the Unitary Republic of Indonesia has made the choice to develop a legal system that supports a market economy (market economy). The use of the law is consciously to alter or develop the Indonesian society into a society that supports the market economy is possible given the law can function as "a tool of social engineering", a tool for social engineered. Besides the law, it can still be debated the possibility of other factors such as economics and the use of technology in the emergence of a desired change.
There are many opportunity from the law, but we must to know the threat. Actually, the threat are disagreements between the existing law with economic development plans could delay the development of a protracted national. Threat also can be corruption law that could lead to rampant corruption.
That’s the end of the analyze. What the next?
If we look in analyze outline, we won’t predict about the description of Indonesia’s economy in the future.
In the political views, in the next 5 years the policy makers will be think many times before they decide the policy draft remember tears in the state of current political policy. they will try to make better and minimize the existing deficiencies. But when discussing the threat, it can not be expected in this era of globalization.


In the economy, i think the government will accept invitation for join the G-20 summit. But I still doubt the offer is free of its plan to build a global economy together.
In the social, if the politics policy are success and the system are renewed, i think there are several nationalization private industry in the short time. But if the politics policy failed i can’t predict how many investor who build private industry in Indonesia.
In the technology and environment, i think the technology will so helping to economy development and national development. But i think, improvement of technology will decrease function of environment. A decreased environment will decreased the natural resource, it will make economy development delayed. I can’t predict this will be better or worst?
In last, law lecture, i think the instution of law upholding is success to uphold many man who corrupt Indonesia’s. In the next five years, corruption will be decrease so income will be increase and grow up the economy development.


So what about you?